Gunung Merapi merupakan salah satu destinasi favorit para wisatawan yang datang ke Jogja. Fenomena luncuran awan panas dan guguran lava pijar sering terjadi di Merapi karena gunung ini masih berstatus aktif.

Guguran lava pijar yang mulai intens ini kini bisa kamu nikmati, tentu saja melalui spot yang terletak pada jarak aman. Ada 2 spot Lava View Merapi yang terletak di Deles, Desa Sidorejo Kemalang Klaten dan di Lapangan Instiper – Kalitengah Lor, Cangkringan

Di sini kamu bisa menikmati keindahan guguran lava pijar sambil ngopi dan bersantai, selain itu tersedia juga fasilitas seperti listrik dan toilet.

Asal cuaca cerah dan sabar menanti tentu saja kamu bisa menyaksikan guguran lava pijar Merapi secara langsung melalui spot ini, di sini juga banyak relawan dan pemandu lokal yang ikut memantau aktivitas Gunung Merapi.

Spot Deles, Desa Sidorejo, Sumber: Twitter @merapi_news

Spot Lapangan Instiper, Cangkringan, Sumber: Twitter @JogjaUpdate

Mulai dari kafe-kafe yang instragamable, pemandangan alam yang menakjubkan, sampai tempat wisata yang sama sekali belum pernah kamu denger sebelumnya, ya Jogja memang punya segudang pilihan destinasi untuk liburan kamu. Unsur kebudayaannya yang kental membawa sensasi tersendiri untuk selalu ingin kembali ke Jogja.

Kali ini Om Jonis bakal mengulas tempat wisata rekomendasi warga lokal di daerah selatan Jogja yaitu di Kabupaten Bantul khusus buat kamu yang ingin berwisata sekaligus mengenal lebih dekat kebudayaan masyarakat Jawa.

  1. Makam Raja Raja Imogiri

Makam yang dibangun pada tahun 1632 M ini adalah makam raja-raja dan kerabat raja dari Kesultanan Mataram. Makam Raja Raja Imogiri merupakan makam yang suci dan dikeramatkan, suasana tenang dan damai akan kamu rasakan ketika berkunjung kesini.

Karena lokasinya yang berada di atas bukit, pastikan juga kondisi tubuh kamu cukup fit ketika berkunjung karena untuk memasuki areal pemakaman kamu harus menaiki ratusan anak tangga terlebih dahulu.

Terdapat juga syarat khusus sebelum masuk ke areal pemakaman yaitu pengunjung harus berganti menggunakan pakaian adat Jawa. Jangan lupa juga untuk mencicipi kuliner wedang uwuh setelah turun berkunjung dari makam.

  1. Desa Wisata Tembi

Mulai dari pondok-pondok yang instragammable sampai galeri seni yang aesthetic, desa ini punya semuanya. Perpaduan suasana tradisional pedesaan dengan pelayanan yang nyaman dapat dirasakan ketika berkunjung ke Desa Wisata Tembi.

Tidak hanya itu desa ini juga punya Museum Rumah Budaya Tembi, di dalamnya terdapat berbagai macam koleksi benda-benda tradisional yang sering digunakan oleh masyarakat tradisional jawa seperti keris, tombak, peralatan bertani, gamelan dan masih banyak lagi. Desa Wisata ini dalah pilihan tepat untuk berlibur bersama keluarga menikmati tenangnya suasana pedesaan.

  1. Sentra kerajinan Gerabah Kasongan

Kasongan adalah pusat kerajinan gerabah terbesar di Yogyakarta, di sini terdapat beraneka ragam produk kerajinan gerabah. Tentu saja di sini kamu bisa melihat langsung proses pembuatan kerajinan gerabah, selain itu kamu juga bisa ikut mencoba membuat kerajinan gerabah sendiri dengan dipandu oleh ahlinya.

Kamu bisa membawa berbagai macam hasil kerajinan gerabah di sini untuk souvenir atau digunakan sebagai hiasan rumah, tentunya dengan harga yang murah karena diperoleh langsung dari produsennya.

  1. Gereja Ganjuran

Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus atau yang biasa disebut Gereja Ganjuran adalah salah satu destinasi wisata religi yang tak boleh kamu lewatkan. Di gereja ini kamu bakal melihat sosok Yesus dari perspektif kebudayaan Jawa. Di Gereja Ganjuran sosok Yesus digambarkan dengan mengenakan Surjan (pakaian tradisional lelaki Jawa dengan motif garis-garis).

Arsitektur Gereja ini cukup unik dan berbeda dengan gereja-gereja pada umumnya karena merupakan perpaduan antara gaya Eropa-Jawa-Hindu yang nggak bakal kamu temukan di tempat lain.

  1. Banyusumurup Desa Pengrajin Keris

Desa Banyusumurup di Imogiri sudah sejak dahulu dikenal sebagai desa pengrajin keris, banyak mpu (ahli pembuat keris) yang lahir dan tinggal di desa ini. Masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Jawa masih banyak yang mempercayai keris sebagai benda keramat.

Di Desa Banyusumurup kamu bisa melihat langsung proses pembuatan keris sebagai aksesoris dan souvenir, selain itu terdapat juga galeri keris sehingga kamu bisa menambah pengetahuan tentang senjata tradisional masyarakat Jawa ini. Terdapat sedikit papan penunjuk arah atau papan nama yang menunjukkan tempat ini, namun jangan khawatir kamu bisa menggunakan teknologi GPS supaya tidak tersesat dalam perjalanan menuju Desa Banyusumurup.

Waktu yang singkat kadang jadi penghambat ketika berwisata di Jogja, berbagai objek wisata yang ada tidak akan cukup dikunjungi semua dalam sehari saja, apalagi ketika musim hujan.

Mau foto-foto? Langitnya kurang cerah, hujan deras kamera nanti basah, mau selfie? Nanti basah kuyup terus masuk angin, mau eksplor tiap sudut objek wisata juga jadi kurang bebas karena hujan.

Kali ini Om Jonis bakal bagi tips supaya liburan kamu di Jogja tetep maksimal dan walau cuma sehari dan musim hujan.

Nah biasanya nih di Jogja, ketika musim hujan cuaca mendung dan hujan itu mulai turun dari siang sampai malam jarang pagi, makanya tempat yang lebih banyak bagian outdoornya bakal Om Jonis saranin untuk dikunjungi lebih dulu.

Pagi-Siang

  • Keraton Jogja

Destinasi pertama di pagi hari kamu bisa langsung menuju Keraton Jogja. Cuaca cerah, udara segar dan panas yang tidak begitu menyengat di pagi hari adalah kombinasi yang pas untuk berkeliling dan menikmati suasana Keraton. Di sini kamu bisa menyaksikan dari dekat aktivitas di dalam lingkungan Keraton yang kental unsur budaya dan sejarah.

Tiket masuk Keraton sendiri Rp10.000 untuk warga lokal dan loket mulai dibuka pukul 8 pagi.

  • Taman Sari

Setelah puas berkeliling Keraton kamu bisa langsung menuju ke objek selanjutnya yaitu Istana Air Taman Sari. Dari Keraton menuju Taman sari tidak membutuhkan waktu yang lama karena lokasinya memang sangat berdekatan.

Di Taman Sari kamu bakal disuguhkan dengan nuansa arsitektur klasik pada tempat yang dulunya digunakan sebagai pemandian raja ini, kamu dapat berkeliling dan berfoto ria di Taman Sari hingga waktu istirahat siang.

Tiket masuk taman sari Rp7.000 untuk warga lokal dan jika membawa kamera dikenakan biaya tambahan sebesar Rp2.000.

Siang-sore

  • Museum Ullen Sentalu

Setelah cukup istirahat siang dan cuaca mulai mendung kamu bisa melanjutkan perjalanan menuju ke museum Ullen Sentalu di Kaliurang yang membutuhkan waktu kurang lebih satu jam perjalanan dari Taman Sari. Karena museum ini banyak bagian indoor-nya dan bagian outdoor-nya juga dikelilingi pepohonan rimbun, cuaca gerimis ataupun hujan tidak mengurangi kenyamananmu dalam menjelajah destinasi kali ini.

Dengan membayar tiket Rp40.000 kamu akan dipandu oleh guide dan sepanjang tour museum kita akan dijelaskan sejarah mengenai Keraton Jogja-Solo serta berbagai koleksi yang ada dalam museum.

Malam

  • Sendratari Ramayana

Seusai mengunjungi Ullen Sentalu kamu bisa kembali ke penginapan dan beristirahat sejenak.

Selanjutnya pada malam hari kamu bisa menyaksikan sendratari Ramayana yang dimulai pada pukul 19.30, jangan sampai telat ya! Pastikan dengan baik estimasi perjalanan dari tempat penginapan kamu menuju Kompleks Candi Prambanan.

Ketika musim hujan yaitu antara bulan November-April Sendratari Ramayana biasa digelar di panggung tertutup dalam Gedung Trimurti yang masih satu kompleks dengan Candi Prambanan.

Harga tiket bervariasi mulai dari Rp125.000-Rp300.000, pertunjukan Sendratari Ramayana ini hanya digelar hari Selasa, Kamis dan Sabtu saja, jangan sampai kamu udah ke Prambanan tapi ternyata tidak ada jadwal pentas ya.

  • Wisata kuliner malam

Wisata kuliner malam bisa menjadi opsi alternatif jika kamu berada di Jogja selain hari Selasa, Kamis dan Sabtu sehingga tidak bisa menyaksikan Sendratari Ramayana.

Pergi makan enak, kenyang, kembali ke penginapan sambil menikmati suasana malam Jogja tentu saja bukan pilihan yang buruk untuk menutup hari.

Bakmi Jawa Rebus menjadi pilihan pas di saat hujan turun. Bakmi Hadi Geno di SPBU Terban, Bakmi Kadin di Wirogunan dan Bakmi Pak Pele di Alun-Alun Utara merupakan beberapa pilihan warung bakmi yang terkenal di Jogja.

Sate Klathak dan tongseng di daerah Bantul juga pilihan yang tak kalah menarik untuk dicoba, Sate Klathak Pak Pong, Sate Klathak Pak Bari dan Sate Mbak Bella adalah beberapa warung Sate Klathak terkenal di Daerah Bantul yang lokasinya saling berdekatan.

Sekian beberapa tips dari Om Jonis, tentunya waktu yang singkat dan musim hujan tak lagi jadi masalah buat liburan ke Jogja, karena kapan saja bisa jadi liburan asal direncanakan dengan baik.